You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Cipedes

Kec. Paseh, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat

PAWAI OBOR SEBAGAI BENTUK APRESIASI DESA CIPEDES DALAM MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1439 H


PAWAI OBOR SEBAGAI BENTUK APRESIASI DESA CIPEDES DALAM MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1439 H

CIPEDES – Pada Hari Minggu tanggal 17 September 2017, Pemerintah Desa Cipedes kembali memberdayakan MUI Desa dengan kegiatan pelatihan Kepengurusan Jenazah dan dilanjutkan dengan Bahtsul Masa_il Fiqhiyah Kontemporer Mengenai Hukum Pernikahan Dini dan Pernikahan melalui Video Call.

Selain acara tersebut, pemerintah Desa Cipedes Juga membentuk Forum Komunikasi Ulama dan Umaro (FKUU) Desa Cipedes yang merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat terutama pada bidang agama.

Acara tersebut berlangsung dengan ramai, mufakat dan penuh keceriaan. Dimana acara dimulai pukul 13.00 dan selesai pada pukul 15.30 WIB.

Sebagai program awal dari FKUU adalah kembali menggebyarkan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), dan pada pekan ini Pemerintah Desa Cipedes menggelar Pawai Obor sebagai ajang pemersatu warga untuk bersama-sama turut serta memeriahkan dan menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah.

Acara rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu malam tanggal 21 September 2017 pukul 20.00 WIB. Dimana para peserta pawai dihimbau untuk berkumpul di depan kantor desa pada pukul 20.00 WIB dengan menyemarakan kesenian islami yang dimiliki oleh masing-masing rukun warga.

Kesenian yang akan dibawakan para pesertapun sangat beragam, dari unsur karang taruna dan kepemudaan rencananya akan membawa roda bedug sambil bertakbir, dari unsur anak-anak diniyah mereka akan membawa marawis dan hadroh sambil bersholawat dan dari unsur masyarakat umum mereka akan membawakan sholawat terbang. Dan tentunya masih banyak kreasi-kreasi seni vokal yang akan turut serta memeriahkan acara tersebut.

Acara semacam ini bukanlah untuk pertama kalinya digelar, melainkan setiap tahunnya selalu menjadi dambaan warga untuk memperingati tahun baru islam. Semoga melalui gebyar muharam ini dapat meningkatkan tali persaudaraan hingga warga desa menjadi “Sauyunan” dan terhindar dari permusuhan dan kerusuhan. (Admin)

Bagikan artikel ini:
Komentar